Selasa, 03 Februari 2009

("Aku Ingin Menjadi Setitik Cahaya Dalam Hatimu")

Jiwaku telah kering sekering daun di pelupuk taman
Terus mengerut dicerca banyak makian
Menyambung pelandu dalam kaki-kaki kecilku

Kumendongak memandang gelap
Gelap pekat yang mengikat
Kuterus terkungkung dalam gelap
Namun dalam gelap ku dapat memeluk bahagia
Saat ku dapat meraih tangan lembut yang siap digenggam

Pondasi semangatku telah tersusun kembali
Diri ini terus di isi dengan beton-beton
Sehingga ku tegak kokoh
Dari hulu jiwaku yang teratas
Mengalirlah lantunan dengan deras
Lantunan yang sering disebut cinta

Telah kuarungi semesta terluas, jurang yang terdalam
Namun hanya engkau yang merajai khayalku
Tolong ijinkanku menumpahkan lantunan ini kepadamu
Hingga tak luput setetespun
Selama ku masih memijak tanah ini
Sebelum ku berbaring di dalamnya
Aku ingin menjadi setitik secercah cahaya yang berarti dalam hatimu

Senin, 02 Februari 2009

_*artimu bagiku*_

wahai mentari…masihkah ada dia yang merindukanku
dalam laju waktu yang mengalir mengalun lembut
tatkala kelopak mata menyapa isi dunia
bukan dalam senyap malamtapi dalam hiruk pikuk riuh celoteh embun pagi

wahai sang surya
masihkan ada dia yang mengingatku
dalam derap langkah yang memutari
mubukan dalam sepitapi dalam jutaan lelah fikir yang berkebat disudut sudut otak
tatkala tumpukan sampah masalah menjejali ruang dan waktu

wahai matahari
masihkah ada dia yang menjadikanku api yang kobarkan semangat dan gelora
tatkala adaku tak mengusik lembar lembar hidup
tatkala mengenangku memberinya ruang tak berbatas
wahai senja
masihkah ada dia yang hangat senyumnya tepersembahkan untukku
dalam ribuan tawa yang diberai sepelosok semestamu
tatkala kenangan tentangku mampu lenyapkan letih yang menusuk relung hati

wahai malam
adakah dia di ujung sana yang adaku tentramkan tutup waktu
tatkala dering suaraku lepaskan diri dari penat
tatkala memimpikanku lelapkan tidurnya dalam kelumit senyum damai
hingga sang mentari menjemput dipagi hari

karena seperti itulah dia untukku…
" SENDIRI LAGI "

Duduk
Termenung
Mengkhayal
Sendirian
Temanku telah pergi
Menjauh entah kenapa
Apa lacur dan dosaku
Hingga tak ada lagi cerita darimu
Untukku
Hatiku
Dan hidupku
Orang ketiga
Melihatmu
Mengenalmu
Dan merebutmu
Dariku
Dan ceritaku
Tapi tak apa
Asal kau Bahagia
Aku pun bahagia
Pergilah yang jauh
Aku takkan menangis
Takkan bersedih
Kau selalu ku kenang
Kau teman terbaik
Yang pernah ku miliki
Semoga kau bahagia
*JINGGA SENJA*

Senja….Di sini aku berdiri di ambang senja
Berharap engkau hadir hampiriku
Mencoba tegak menanti menski rapuh atas angin

Lihat, lihat aku di sini kasih
Mencoba menahan perih getirnya kerinduanku padamu
Begitu kuasanya cintamu padaku

Senja….Aku berharap jingga ini akan terus ada
Hantarkan malam padaku
Hingga aku dapat terlelap dan bermimpi
Bermimpi engkau hadir hapiriku dan memiliki ku

>"cintaku dimakan angsa"<
kemana aku bersahut
kemana aku mengadu
kemana aku mengaku
sedang aku tanpamu

sendiri tanpa kamu
berdua bersama buahmu
sedang dia asalamu
teganya kamu di sana

malamku diradang gelap
cintaku dimakan angsa
sepiring nasi jadi basi
sepotong roti berderai jamur
sepenggal kata hanya dikunyah

cinta dimana harus kusambut
sendiri tanpamu sepi berkabut
malam dingin takkan ada api
siang panas dingin membeku

cintaku tergadai
bersama angan di sini
kapanpun kau datang
kan kusambut sejuta hasrat

***sepotong roti berderai jamur
sepenggal kata hanya dikunyah